PENGENDALIAN VEKTOR

Senin, 14 Maret 2011


 A. Pengertian
  • Vektor adalah Arthropoda yang dapat memindahkan atau menularkan suatu “infectious agent” dari sumber infeksi kepada induk semang yang rentang (susceptible host).
  • Pengendalian vektor adalah semua usaha yang dilakukan untuk mengurangi atau menurunkan populasi vektor dengan maksud mencegah atau pemberantas penyakit yang ditularkan vektor atau gangguan yang diakibatkan oleh vektor.
           B. Tujuan
             Untuk menurunkan kepadatan populasi vektor pada tingkat yang tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat.
        
          C. Ekologi Vektor
               Ekologi vektor adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara vektor dan sejenisnya, dengan makhluk lain yang tidak sejenis dan dengan alam lingkungannya yang non-biologis.
 
         D. Pengelolaan Lingkungan Untuk Pengendalian Vektor
               Pengelolaan lingkungan untuk pengendalian vektor adalah meliputi usaha perencanaan, organisasi, pelaksanaan dan monitoring dari kegiatan untuk mengadakan modifikasi dan atau manipulasi faktor-faktor lingkungan atau interaksinya dengan manusia dengan maksud untuk mencegah atau menurunkan perkembang biakan vektor dan mengurangi kontak antara manusia dengan vektor.
a.       Modifikasi lingkungan adalah suatu bentuk pengelolaan lingkungan terdiri dari sesuatu transformasi fisik yang farmanen atau berjangka panjang terhadap tanah, air dan tumbuh-tumbuhan, dengan tujuan untuk mencegah, menghilangkan atau menurunkan habitat larva tampa menyebabkan pengaruh merugikan yang tidak perlu terhadap kualitas lingkugan manusia. Misalnya drainage perpipaaan untuk mengurangi sebanyak mungkin stadium air dari perkembangan vektor.
b.      Manipulasi lingkungan adalah suatu bentuk pengolaan lingkungan yamng terdiri atas kegiatan berulang yang terencana yang bertujuan untuk menghasilkan kondisi sementara yang tidak cocok untuk berkembang biakan vektor pada habitatnya. Misalnya perubahan kadar garam dari air, penyentoran saluran air secara periodik, menghilangkan vegetasi dll. 

         E.  Pengendalian Cara Kimia
                  Syarat-syarat insektisida yang baik adalah :
1.      Sangat toksik terhadap vektor sasaran
2.      Kurang berbahaya untuk manusia, binatang dan tanaman yang berguna
3.      Menarik bagi vektor
4.      Tidak mahal, mudah diproduksi, dan mudah disediakan
5.      Secara kimia stabil pada aplikasi residu
6.      Tidak stabil pada aplikasi udara agar tidak mencemari lingkungan, tetapi membunuh vektor dengan  cepat lalu mengalami dekomposisi menjadi senyawa yang kurang berbahaya
7.      Tidak mudah terbakar
8.      Tidak korosit
9.      Tidak meninggalkan warma
10.  Mudah disiapkan menjadi formulasi yang diinginkan

         F.  Pengendalian Cara Biologis
                  Makhluk biologi yang telah lama dikenal dan masih digunakan pada waktu ini untuk pengendalian vektor adalah ikan pemakan larva. Diantara species ikan kecil yang baik digunakan untuk pengendalian secra biologis terhadap larva nyamuk adalah ikan guppi (paecilia reticulata) dan ikan kepala timah (aphloceilus panchax). Dosis yang disarankan oleh WHO adalah 3 – 7 ekor/m2. Rata-rata untuk pengendalian di sawah atau perairan dangkal lain mungkin cukup dengan 5 ekor/m2. berhubung dengan penggunaan insektisida dalam bidang pertanian, perlu diteliti apakah dosis aplikasi insektisida pertanian tidak merugikan populasi ikan kecil pemakan larva tersebut di

0 komentar:

Poskan Komentar

Kembali ke beranda blog

About This Blog

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009 Redesign by Mung Bisnis

Back to TOP